Tampilkan postingan dengan label crash. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label crash. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juli 2009

Pesawat Aviastar Jatuh di Papua, Kru Pesawat Aviastar Berhasil Dievakuasi

Sebelumnya mengalami penundaan selama beberapa kali karena faktor cuaca buruk.
Sabtu, 4 Juli 2009, 08:30 WIB

Siswanto

VIVAnews - Setelah mengalami penundaan selama beberapa kali karena faktor cuaca buruk, akhirnya proses evakuasi terhadap pilot pesawat Twin Otter milik Aviastar yang jatuh di daerah Tangma, Yahukimo, Papua, berhasil dilakukan, Sabtu 4 Juli 2009, pagi.

“Tiga orang sudah berhasil dievakuasi lewat helikopter dan sekarang ada di UGD RSUD Wamena guna dioutopsi,” kata Kepala Bandara Wamena H Patarai.

Ketiga korban pesawat nahas itu ialah Pilot Kapten Frans Nobel, Co Pilot Dedi S, Enggineer Ahmad Chaeroni.

Pesawat dan kru pesawat sebelumnya sempat hilang. Tim SAR baru berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat itu pada Senin 29 Juni 2009. Karena medan yang sulit, baru Rabu 1 Juli 2009, tim SAR menuju lokasi. Tapi, waktu itu, evakuasi tidak dapat segera dilakukan karena gangguan cuaca.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua

Pesawat Aviastar Jatuh, Jenazah 3 Korban Sudah Tiba di Wamena

Sabtu, 04/07/2009 08:16 WIB
Rachmadin Ismail - detikNews

dok.detikcom

Jakarta
- Keluarga Dedi Sudrajat, kopilot Pesawat Aviastar yang jatuh Yahukimo, Papua, belum memperoleh informasi tentang kedatangan jenazah ke Jakarta. Namun bisa dipastikan, jenazah Dedi dan 2 korban lain sudah tiba di Wamena, Papua.

"Sekarang masih ada di Wamena, kemungkinan yang lain juga," kata istri almarhum Dedi, Ny Dedi saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (4/7/2009).

Menurut Ny Dedi, kemungkinan besar, saat ini jenazah masih dalam proses identifikasi. Pihak keluarga yang berada di Wamena akan terus memberikan informasi.

"Mungkin belum selesai, kalau ada kabar terbaru pasti kita dikasih tahu, soalnya ada keluarga juga di sana (Wamena)," tuturnya.

Seperti diketahui, Pesawat Aviastar berjenis Twin Otter ini jatuh di Yahukimo, Papua. Pesawat bernomor registrasi PK-BRO ini membawa angkutan logistik makanan. 3 korban yakni Pilot Capt Frans Nobel, kopilot Dedi Sudrajat dan engineer Ahmad Khaironi tewas.
(mad/mad)

Kamis, 02 Juli 2009

Pesawat Aviastar Hilang di Papua Cuaca Buruk, Evakuasi Gagal Dilakukan

Rencananya baru diangkut besok pagi (Jumat), tim akan meluncur ke lokasi jatuhnya pesawat
Kamis, 2 Juli 2009, 15:05 WIB
Amril Amarullah
Pesawat kargo Aviastar jatuh di pasir Putih, Gunung Phike, Jayawijaya, Papua (Antara/ Prasetyo Utomo)
VIVAnews - Kepala Bandara Wamena H.Patarai mengatakan, dua jenazah korban pesawat Aviastar jenis Twin Otter, pilot pesawat Frans Nobel dan co pilot Dedi S yang ditemukan, hari ini Kamis 2 Juli 2009 masih proses evakuasi Tim SAR.

"Kondisi cuaca kurang baik dan selalu berubah-ubah, jadi sulit dievakuasi hari ini," kata Pataria yang juga Koordinator Tim SAR, kepada VIVAnews.

Evakuasi akan menggunakan Heli PK-BRU milik freeport yang akan membawa dua orang tim SAR, satu dari KNKT, dan satu lagi dari Direktorat Sertifikasi Kelayakan Udara, serta membawa makanan dan peralatan lainnya.

"Rencananya baru diangkut besok pagi (Jumat), kami akan meluncur ke lokasi jatuhnya pesawat," ujar Pataria.

Sebelumnya, Pesawat Aviastar jenis Twin Otter dari Dekay menuju Wamena hilang di Papua, Senin 29 Juni 2009. Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat pada pukul 16.00 waktu setempat di Wamena.

Menurut informasi, sampai saat ini belum ada keterangan di mana pesawat tersebut berada. Komunikasi dari menara komunikasi Bandara Wamena dengan pesawat itujuga terputus.

Menurut informasi, pesawat yang dipiloti Frans Nobel itu mengangkut dua penumpang yakni Ahmad dan seorang teknisi pesawat yang identitasnya belum diketahui.


Laporan: Banjir Ambarita | Papua

• VIVAnews

Rabu, 01 Juli 2009

Tim SAR Evakuasi Puing-puing Aviastar

Puing pesawat ditemukan di ketinggian 9.600 kaki.
Rabu, 1 Juli 2009, 12:23 WIB
Umi Kalsum
Pesawat kargo Aviastar jatuh di pasir Putih, Gunung Phike, Jayawijaya, Papua (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Tim SAR Nasional akan segera mengevakuasi puing pesawat Aviastar jenis Twin Otter yang hilang di Papua dari Dekay menuju Wamena pada Senin 29 Juni 2009 sore. Pesawat ditemukan hancur pada ketinggian 9.600 kaki di posisi 04.15.65S 139.00.57E pada pukul 08.00 WIT atau 10.00 WIB, Rabu 1 Juli 2009.

"Saat ini sedang disiapkan proses evakuasi," kata Juru bicara Badan SAR Nasional Gagah Prakoso melalui pesan singkatnya, Rabu ini. Puing pesawat ditemukan pilot Pesawat AMA Cesna PK-RCX NG Dong yang melihat adanya pesawat hancur di ketinggian 9.600 kaki.

Penemuan ini membuahkan hasil setelah dua periode operasi SAR pada pukul 05.30-12.00 WIT dan pukul 12.00-15.00 WIT. Pencarian dimulai dengan heli jet ranger (misi) search Polimo, Kurima, Pasima, Pule, Ogima. ATR Trigana melintas sambil mencari di kawasan Dekay-Wamena. Sementara Cessna PK-MAU mencari di kawasan Pasima-Soba, Cesna PK-MAQ mencari di lokasi Polimo-Haluwon.

Sedangkan di sisi darat penyisiran dilakukan Kodim Wamena ke wilayah Kaliyetni, dan Polres Wamena ke Asatipo dan Tanah Longsor. Operasi SAR dihentikan pukul 15.00 WIT karena cuaca buruk.

Pesawat Aviastar Ditemukan di Dekat Lembah Baliem

Rabu, 01/07/2009 09:01 WIB
E Mei Amelia R - detikNews

Aviastar (Wahyu W)

Jakarta - Pesawat Aviastar jenis Twin Otter yang jatuh pada 29 Juni lalu di Papua telah ditemukan. Bangkai pesawat ditemukan di dekat lembah Baliem dan pegunungan Jayawijaya di Tangma Selatan, Yahukimo, Papua.

"Sudah ditemukan tadi, posisinya di antara selatan Tangma dan Pelimo, dekat lembah Baliem dan Pegunungan Jayawijaya," ujar Safety Manager Aviastar HF Filman pada detikcom, Rabu (1/7/2009).

Pesawat ditemukan berada di ketinggian 427 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pesawat ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh Tim SAR gabungan.

Hingga kini, 6 regu Tim SAR masih melakukan evakuasi pesawat. Belum diketahui penyebab pasti kecelakan pesawat tersebut.

Saat terjatuh, pesawat tersebut ditumpangi oleh 3 awak pesawat yakni pilot Frans Nobel, kopilot Dedi Sudrajat dan engineer Ahmad Chaeroni.(mei/nrl)

Pesawat Twin Otter Ditemukan


Pesawat Twin Otter yang digunakan Gatari-Carson Aerogravity ini serupa dengan pesawat yang dioperasikan Avia Star di Paniai.

Rabu, 1 Juli 2009 | 08:48 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Ichwan Susanto

WAMENA, KOMPAS.com - Pesawat Twin Otter yang jatuh di distrik Kabupaten Yahukimo ditemukan pukul 08.00 WIT oleh Kapten Pilot Daud Mongdog yang menerbangkan pesawat AMA PK- RCX. Namun kondisi pesawat belum diketahui karena tim SAR baru akan diterjunkan setelah ada bantuan Heli Mission.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah pesawat jenis Twin Otter hilang di Wamena, Kabupaten, Jayawijaya, Papua, Senin (29/6). Pesawat bernomor PK-BRO milik Aviastar itu kehilangan kontak dengan menara pemandu Bandara Wamena beberapa saat sebelum sampai tujuan.

Pesawat tersebut berangkat pukul 15.30 WIT dari Bandara Dekai Yahukimo tujuan Wamena dan perkiraan tiba pukul 16.02 WIT. Pesawat sempat kontak dengan petugas pemandu wamena sejak pukul 15.54 hingga 16.00 WIT, namun kemudian kehilangan kontak.

Perkiraan kehilangan kontak di sekitar wilayah Tangma-Kurima, Kabupaten Yahukimo. Pencarian telah dilakukan oleh Heli Mission, namun belum ditemukan karena cuaca berkabut dan hujan. Pesawat tidak membawa penumpang, hanya muatan barang campuran 1.617 kg. Pilot Capt Frans Nobel dan co pilot Dedi S, serta teknisi Ahmad Chaeroni.

Sent from Indosat Blackberry powered by

Tim SAR Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat

Mereka mencari dengan menggunakan helikopter mission dan tim SAR Wamena.
Rabu, 1 Juli 2009, 07:44 WIB
Amril Amarullah
Pesawat kargo Aviastar jatuh di pasir Putih, Gunung Phike, Jayawijaya, Papua (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews
- Tim SAR berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat Aviastar jenis Twin Otter yang hilang di Papua dari Dekay menuju Wamena, pada Senin 29 Juni 2009 sore.

Hari ini, Rabu 1 Juli Tim SAR sedang menuju lokasi jatuhnya pesawat yang diawaki enam orang, jatuh di Distrik Tangma, Kabupaten Yahukmo, Papua, pukul 08.30 waktu setempat.

Tim SAR akan berangkat pagi ini, dengan menggunakan pesawat helikopter mission yang akan dipiloti oleh Kapten Pilot, Daud Mongdog.

"Kami mencari dengan menggunakan helikopter mission dan tim SAR Wamena," kata PLH Humas Polda Papua, Nurhabri, ketika dihubungi VIVAnews, Selasa 30 Juni 2009.

Pesawat sempat kehilangan kontak dan berputar-putar di Wamena. Tiba-tiba, terlihat asap mengepul di Bukit Wamena.

Sebanyak enam awak pesawat dipastikan tewas. Mereka adalah Kapten Pilot Sigit, Kopilot Lukman, Lood Master Nima, mekanik Rahmad, dan dua pramugari Rani dan Ida.

Pesawat bermuatan 10 ton barang kargo. Diantaranya aspal, seng, sembako. Saat ini kondisi pesawat hancur.


Laporan: Banjir Ambarita | Papua

• VIVAnews

BERITA TERKAIT

Senin, 15 Juni 2009

Dephub Selidiki Tergelincirnya Pesawat Dornier di Papua

Senin, 15/06/2009 23:42 WIB
Hery Winarno - detikNews

Jakarta - Departemen Perhubungan (Dephub) tengah menyelidiki insiden tergelincirnya pesawat komersil milik PT Travel Express Aviation Services di Bandara Tanah Merah, Papua. Dephub juga akan mengevaluasi standar minimal untuk bandara perintis di Papua tersebut.

“Sedang diselidiki oleh tim dari KNKT dan Inspektor dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, Departemen Perhubungan,” kata Dirjen Perhubumgan Udara Herry Bakti dalam jumpa pers kepada wartawan di Departemen Perhubungan, Jl Merdeka Barat, Jakarta, Senin (15/6/2009).

Selain itu pihak Dephub juga akan melakukan evaluasi standar minimum khusus penerbangan terhadap bandara Tanah Merah. Hal itu dilakukan karena Bandara Tanah Merah yang terletak di Boven Digul itu merupakan salah satu bandara perintis di Papua.

“Karena fasilitas di Papua sangat minim dan geografisnya bergunung-gunung,” papar Herry.

Pesawat berjenis Dornier D328-100 itu tergelincir usai melakukan landing pada Minggu, 14 Juni sekitar pukul 9.30 WIT. Akibatnya, baling-baling sebelah kanan pesawat yang dipiloti oleh Alexander Jonathan Darcy (berkebangsaan Inggris) dengan Co-Pilot Anggara Pratama Putra itu patah dan telepas dari mesin. Namun tidak ada korban jiwa akibat insiden ini.

“Penumpang 28 yang terdiri 25 dewasa 1 anak dan 2 balita, semuanya selamat,” tutur Herry.

Setelah kecelakaan itu, beredar kabar bahwa tergelincirnya pesawat buatan Amerika Serikat tersebut akibat ada seekor anjing yang melintas di bandara saat peswat sedang landing. Namun pihak Dephub belum bisa memastikan kebenaran isu itu.

“Memang ada anjing melintas, tapi kita belum bisa pastikan apakah itu penyebabnya atau bukan,” papar Hery.(her/sho)

Senin, 08 Juni 2009

Sebuah Pesawat Dikabarkan Jatuh di Cianjur Selatan

Senin, 08/06/2009 15:54 WIB

Rosdiana Dewi - detikNews

Cianjur - Sebuah pesawat dikabarkan jatuh di Desa Pagelaran, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Jenis pesawat dan penyebab kecelakaan masih belum diketahui.

Kabar mengenai jatuhnya pesawat tersebut dibenarkan Komandan Kodim Cianjur, Letkol Inf Sunoto. Menurut Sunoto, pihaknya sedang menyelidiki kebenaran kabar tersebut.

"Kabar itu baru saya dengar 10 menit yang lalu, katanya ada pesawat jatuh di Pagelaran. Saya sudah meminta anggota untuk mengecek ke lokasi," kata Sunoto saat dihubungi detikcom melalui telepon 15.35 WIB, Senin (8/6/2009).

Menurut Sunoto, wilayah Pagelaran terletak cukup jauh dari kota Cianjur. Untuk mencapai daerah itu, dibutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam.(djo/asy)