Tampilkan postingan dengan label BAe Avro RJ 100. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAe Avro RJ 100. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Maret 2010

Teror Bom Pesawat Riau Airlines Tidak Terbukti

Pekanbaru (ANTARA News) - Ancaman teror bom pria tak dikenal yang ditujukan kepada pesawat Riau Airlines dengan nomor penerbangan RIU 196 yang membawa 54 penumpang ketika dalam perjalanan dari Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, menuju Jakarta, Selasa sore (16/3), tidak terbukti.

"Setelah dilakukan penyisiran kondisi pesawat `clear`, dan ancaman teror bom kepada pesawat kami tidak terbukti," jelas Direktur Utama Riau Airlines, Teguh Triyanto, melalui sambungan telepon kepada ANTARA di Pekanbaru, Selasa malam.

Teguh yang menyaksikan langsung penyisiran tim Gegana Brimob terhadap pesawat Riau Airlines jenis BAe Avro RJ 100 dengan kode registrasi PK-RAZ yang mendapat ancaman teror bom, mengatakan, setidaknya tim penjinak bahan peledak (jihandak) melakukan penyisiran selama dua jam.

Penyisiran yang dilakukan tidak hanya terhadap barang bagasi bawaan penumpang, tetapi juga pada seluruh bagian ruang atau celah pesawat yang dimulai pukul 18.00 WIB dan berakhir pukul 20.00 WIB.

"Tim jihandak tidak menemukan barang atau benda yang mencurigakan seperti ancaman yang diperoleh oleh staf kami sesaat setelah pesawat Riau Airlines lepas landas dari Tanjung Pinang," katanya.

Dengan tidak terbuktinya ancaman teror bom itu, maka pesawat yang tadinya diparkir jauh dari terminal penumpang dengan posisi WC 2 Bandara Soekarno Hatta, dikembalikan parkir di posisi semestinya.

"Pesawat sudah diparkir di posisi semestinya dan esok pesawat itu kembali dioperasikan kembali pada rute penerbangan Jakarta-Tanjung Pinang-Natuna," katanya lagi.

Sebelumnya setelah lima menit pesawat Riau Airlines lepas landas dari Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, staf penjualan tiket di konter Riau Airlines Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan ancaman bom melalui sambungan telepon dari suara seorang lelaki.

Setelah diterima kantor pusat Riau Airlines di Pekanbaru, informasi itu kemudian disampaikan langsung ke pilot pesawat yang dipiloti Kapt Mahmuddin Abu Bakar dan copilot Kapt M Atik Amin melalui percakapan radio.

Namun karena pesawat telah melewati wilayah udara Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pilot memutuskan untuk langsung menerbangkan pesawat ke bandara tujuan dan mendarat di Cengkareng pukul 17.00 WIB dan diparkir jauh dari terminal penumpang untuk menghindari kemungkinan terburuk.

Puluhan penumpang juga diminta turun dengan tanpa membawa barang bagasi dengan alasan keselamatan hingga tim jihandak setempat melakukan penyisiran terhadap pesawat.

Pesawat Riau Airlines Dapat Teror Bom

Pekanbaru (ANTARA News) - Pesawat Riau Airlines mendapatkan ancaman teror bom saat melakukan perjalanan dari Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau ke Jakarta dengan membawa 54 orang penumpang.

Informasi yang dihimpun di kantor pusat maskapai Riau Airlines di Pekanbaru, Selasa, menyebutkan, pesawat dengan nomor penerbangan RIU 196 itu lepas landas pukul 15.30 WIB dari Bandara Raja Hajifisabilillah menuju Bandara Soekarno Hatta.

Lima menit setelah pesawat terbang dari Bandara Raja Hajifisabilillah, Tanjung Pinang, staf penjualan tiket di konter Riau Airlines Bandara Soekarno Hatta mendapatkan ancaman bom melalui sambungan telepon dari suara sorang lelaki.

"Staf tiket kita yang bernama Ika di Cengkareng menerima ancaman itu dari suara lelaki yang menyatakan ada di dalam pesawat yang baru terbang dari Tanjung Pinang terdapat bom," ujar Emergency Coordinator Asisstance Riau Airlines, Kapt Heru Triperwiranto.

Informasi itu kemudian dikabarkan dengan pilot pesawat Riau Airlines melalui komunikasi radio yang dipiloti Kapt Mahmuddin Abu Bakar dan copilot Kapt M Atik Amin.

Namun karena pesawat telah melewati wilayah udara Pangkal Pinang, Bangka Belitung, akhirnya pilot memutuskan untuk langsung menerbangkan pesawat jenis Bae Avro RJ 100 dengan 54 penumpang itu menuju Bandara Soekarno Hatta.

Pukul 17.10 WIB pesawat Riau Airlines itu kemudian mendarat di Cengkareng dan terparkir jauh dari lokasi terminal penumpang untuk menghindari kemungkinan buruk akibat ancaman dari orang tak dikenal itu.

Puluhan penumpang juga diminta turun dengan tanpa membawa barang bagasi dengan alasan keselamatan hingga tim penjinak bahan peledak (jihandak) setempat melakukan penyisiran terhadap pesawat.

"Sampai saat ini tin jihandak Brimob Polda setempat masih melakukan penyisiran terhadap pesawat kita," ujarnya.(Ant/R009)