Tampilkan postingan dengan label Bandara Soekarno-Hatta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandara Soekarno-Hatta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juni 2010

Garuda Buka Kembali Rute ke Eropa

Jakarta - Perseroan Terbatas (PT) Garuda Indonesia akhirnya membuka kembali rute ke Eropa, Selasa malam, sejalan dengan keberhasilan transformasi bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dalam beberapa tahun terakhir.

Selasa, 16 Maret 2010

Pesawat Riau Airlines Dapat Teror Bom

Pekanbaru (ANTARA News) - Pesawat Riau Airlines mendapatkan ancaman teror bom saat melakukan perjalanan dari Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau ke Jakarta dengan membawa 54 orang penumpang.

Informasi yang dihimpun di kantor pusat maskapai Riau Airlines di Pekanbaru, Selasa, menyebutkan, pesawat dengan nomor penerbangan RIU 196 itu lepas landas pukul 15.30 WIB dari Bandara Raja Hajifisabilillah menuju Bandara Soekarno Hatta.

Lima menit setelah pesawat terbang dari Bandara Raja Hajifisabilillah, Tanjung Pinang, staf penjualan tiket di konter Riau Airlines Bandara Soekarno Hatta mendapatkan ancaman bom melalui sambungan telepon dari suara sorang lelaki.

"Staf tiket kita yang bernama Ika di Cengkareng menerima ancaman itu dari suara lelaki yang menyatakan ada di dalam pesawat yang baru terbang dari Tanjung Pinang terdapat bom," ujar Emergency Coordinator Asisstance Riau Airlines, Kapt Heru Triperwiranto.

Informasi itu kemudian dikabarkan dengan pilot pesawat Riau Airlines melalui komunikasi radio yang dipiloti Kapt Mahmuddin Abu Bakar dan copilot Kapt M Atik Amin.

Namun karena pesawat telah melewati wilayah udara Pangkal Pinang, Bangka Belitung, akhirnya pilot memutuskan untuk langsung menerbangkan pesawat jenis Bae Avro RJ 100 dengan 54 penumpang itu menuju Bandara Soekarno Hatta.

Pukul 17.10 WIB pesawat Riau Airlines itu kemudian mendarat di Cengkareng dan terparkir jauh dari lokasi terminal penumpang untuk menghindari kemungkinan buruk akibat ancaman dari orang tak dikenal itu.

Puluhan penumpang juga diminta turun dengan tanpa membawa barang bagasi dengan alasan keselamatan hingga tim penjinak bahan peledak (jihandak) setempat melakukan penyisiran terhadap pesawat.

"Sampai saat ini tin jihandak Brimob Polda setempat masih melakukan penyisiran terhadap pesawat kita," ujarnya.(Ant/R009)

Rabu, 03 Juni 2009

Tender Ketiga Kereta Bandara Ditargetkan Kelar Akhir Juni

sumber: Tempointeraktif.com

Rabu, 03 Juni 2009 | 17:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Perhubungan menargetkan proses tender ketiga pembangunan jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta selesai paling lambat akhir Juni. Sebelumnya, dua kali proses tender terpaksa diulang akibat jumlah pesertanya belum memenuhi persyaratan.

"Untuk melaksanakan langkah selanjutnya harus menunggu tender ketiga ini selesai," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan, Tundjung Inderawan, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Rabu (3/6).

Pasalnya, ia melanjutkan, status legal proyek ini harus jelas dan pasti terlebih dahulu jika memang akan diambil alih pemerintah. "Artinya, tender ketiga ini harus diselesaikan dahulu," ujar Tundjung.

Meski begitu, ia belum bisa memastikan apakah dalam proses tender ketiga ini jumlah pesertanya bakal sesuai dengan yang disyaratkan, yakni tiga peserta. Sebab, sampai saat ini peserta tender masih dua perusahaan: PT Railink dan Mitsui (Jepang). "Kemungkinan adanya peserta baru belum tahu," katanya.

Tundjung pernah mengatakan, investor menarik diri akibat tidak adanya dukungan dari pemerintah dalam proyek tersebut. Selain itu, pembangunan jalan tol menuju bandara juga membuat investor khawatir jumlah penumpang kereta api menuju bandara akan sedikit.

Awalnya, tujuh investor asing dan dalam negeri menyatakan berminat dengan proyek kereta api bandara. Ketujuh investor itu terdiri dari empat investor lokal dan tiga perusahaan asing seperti Alstom dari Prancis; serta Sumitomo dan Mitsui, keduanya dari Jepang.

Kereta api Bandara Soekarno-Hatta yang memiliki nilai investasi sekitar Rp 7 triliun ini rencananya akan memiliki jalur rel sepanjang 28 kilometer. Namun, sebagian jalurnya akan menggunakan rel milik PT Kereta Api Indonesia, sehingga diperkirakan biayanya bakal berkurang sebanyak Rp 2,2 triliun.

WAHYUDIN FAHMI

Selasa, 28 April 2009

Terminal 3 Bandara Cengkareng Diharap Bisa Tampung Lonjakan Penumpang

Selasa, 28/04/2009 12:19 WIB

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Peresmian terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta diharapkan bisa mengatasi lonjakan jumlah penumpang pesawat terbang. Terminal modern ini mampu menampung 20 juta penumpang per tahun.

"Penumpang Bandara Soekarno-Hatta saat ini hanya 18 juta penumpang per tahun. Padahal tahun 2008 saja total penumpang berjumlah 32 juta per tahun," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal dalam sambutan peresmian Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (28/4/2009).

Menurut Jusman, terminal 3 ini dibuat dengan memperhatikan sisi lingkungan. Dalam ruangan terminal itu tidak ada bahan baku yang terbuat dari plastik.

Terminal yang telah beroperasi sejak 15 April ini juga dilengkapi kaca-kaca di bagian atap. Hal ini dapat menghemat penggunaan listrik karena cahaya matahari bisa masuk ke dalam ruangan.

Termial baru ini memiliki 5 sub terminal yang masing-masing bisa menampung 4 juta orang per tahun, sehingga total terminal ini bisa menampung 20 juta penumpang per tahun.

Sementara itu, Presiden SBY meminta pelayanan penumpang diperbaiki dan terminal baru ini bisa digunakan untuk melayani masyarakat dengan baik.(nal/iy)

SBY Resmikan Terminal III Soekarno Hatta

28/04/2009 - 09:10
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan terminal III Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, Selasa (27/4) pagi.

Selain meresmikan terminal III Bandara Soekarno Hatta yang mulai dibangun sejak 2006 itu, SBY yang didampingi istrinya, Ani Yudhoyono juga akan meresmikan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Terminal III Bandara Soekarno Hatta dibangun dengan biaya Rp 285 miliar untuk menambah kapasitas terminal I yang berkapasitas 16 juta penumpang per tahun dan terminal II Bandara Soekarno Hatta yang berkapasitas sembilan juta per tahun. Terminal seluas 30 meter persegi yang sudah beroperasi sejak 15 April 2009 itu didesain menampung dua puluh juta penumpang per tahun.

Saat ini baru dibangun satu sub terminal yang mampu menumpang empat juta penumpang per tahun dari lima sub terminal yang direncanakan. Jika seluruh tahap pembangunan terminal III yang terletak di sebelah timur terminal II itu selesai, maka Bandara Internasional Soekarno Hatta diharapkan mampu melayani 38 juta penumpang per tahun.

Terminal yang sebelumnya merupakan terminal haji atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tersebut akan melayani penumpang dari 97 rute keberangkatan dan kedatangan.

Dua maskapai penerbangan yang akan dipindahkan terlebih dahulu dari terminal I ke terminal III adalah Mandala Air dan Air Asia.

Sedangkan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok yang juga akan diresmikan oleh Presiden Yudhoyono merupakan stasiun peninggalan masa kolonial Belanda yang sudah tidak digunakan selama sembilan tahun.

Stasiun yang dibangun pada 1914 itu direnovasi dengan biaya Rp 9 miliar dan akan melayani tiga rute kereta penumpang kelas ekonomi. Dari enam jalur kereta api di stasiun tersebut, baru tiga yang diaktifkan sedangkan tiga lagi masih dalam perbaikan.

Stasiun kereta api Tanjung Priok akan melayani rute Tanjung Priok-Purwakarta, Kereta Kertajaya jurusan Tanjung Priok-Surabaya, dan Tanjung Priok-Semarang. [*/cms]

SBY Resmikan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Selasa, 28/04/2009 06:47 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi ini akan meresmikan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Usai meresmikan Terminal 3, SBY langsung meluncur ke Tanjung Priok untuk meresmikan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Selasa (28/4/2009), peresmian Terminal 3 akan berlangsung pada pukul 10.00 WIB.

Terminal 3 yang mulai beroperasi pada Rabu 15 April 2009 memiliki konsep yang berbeda dengan terminal lainnya. Dengan mengusung konsep ecomodern airport, Terminal 3 hadir dengan tampilan minimalis yang dekat dengan alam.

Hal tersebut dapat terlihat dari warna hijau yang mendominasi di setiap interior maupun eksterior bandara. Selain itu, di sisi ruangan juga diletakkan pohon-pohon hias yang memperkuat kesan 'back to nature' tersebut.

Pembangunan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ini dibangun sejak tahun 2006 lalu dan menghabiskan dana sebesar Rp 330 miliar.

Sementara itu, Stasiun Tanjung Priok yang akan diresmikan SBY ini adalah stasiun peninggalan kolonial Belanda. Biaya renovasi yang dikeluarkan oleh pemerintah mencapai Rp 9 miliar.
(anw/rdf)

SBY Resmikan Terminal 3 Bandara Cengkareng

Terminal 3 dibangun untuk mengurangi beban penumpang di Terminal 1 dan 2.

Selasa, 28 April 2009, 06:41 WIB

Pipiet Tri Noorastuti

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Terminal baru itu telah diuji coba selama dua pekan.

Kepala Administrator Bandara, Harry Bhakti, mengatakan, presiden dijadwalkan hadir sekitar pukul 09.00, di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Selasa 28 April 2009.

Terminal 3 telah beroperasi untuk umum sejak Rabu 15 April silam. Pembangunan terminal ini salah satu upaya pengelola bandara untuk mengurangi beban penumpang di Terminal 1 dan 2.

Dua terminal lama itu didesain untuk pergerakan penumpang hingga 2020 dengan daya tampung maksimal 18 juta penumpang per tahun. Namun belum sampai 2020, jumlah penumpang sudah menembus angka 32 juta penumpang per tahun.

Pembangunan Terminal 3 juga sebagai salah satu pewujudan janji manajemen bandara untuk membenahi fasilitas dan pelayanan terhadap para pengguna jasa penerbangan.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Harus Lebih Modern

• VIVAnews

Kamis, 16 April 2009

Kapling Kabel Rusak Penyebab Merpati Gagal Terbang

Kamis, 16 April 2009 | 18:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pesawat Merpati jurusan Bandung- Denpasar mengalami kerusakan elektronik hingga batal terbang. General Manager Corporate Secretary PT Merpati Nusantara Sukandi mengatakan pesawatnya kembali ke parkir saat menuju landasan pacu. Awalnya pilot melihat ada warning gangguan indikator elektronik berkaitan dengan sayap."Itu sudah standar kami, begitu ada masalah balik lagi ke parkir," ujar Sukandi.

Sukandi menuturkan gangguan terjadi pada sistem elektronik wiring (kapling kabel) bagian penggerak pesawat. Setelah diperiksa ternyata bukan di sayap. Setelah diperiksa lebih dari beberapa jam, kata Sukandi, kesulitan teratasi. Pesawat itu sedianya akan terbang pukul 06.00 dengan rute Bandung- Surabaya- Denpasar.

Sejumlah penumpang dialihkan dengan pesawat dari maskapai yang lain sebanyak 25 orang dan dialihkan melalui Bandara Soekarno Hatta dengan pesawat penerbangan lain sebanyak 43 orang. Sementara 15 orang akan diterbangkan besok dengan pesawat Merpati.

DIAN YULIASTUTI