Tampilkan postingan dengan label Bandara Ngurah Rai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandara Ngurah Rai. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juli 2010

Delay 4 Jam, Penumpang Air Asia Terlantar di Bandara Ngurah Rai

Irwan Nugroho - detikNews
Foto: Leila Tania/pembaca

Jakarta - Pesawat Air Asia QZ 7517 rute Denpasar-Jakarta mengalami penundaan (delay) hingga 4 jam lebih di Bandara Ngurah Rai, Bali. Para penumpang pun masih menunggu dengan penuh ketidakpastian.

Rabu, 03 Juni 2009

Menhub: 70% Kawasan Bandara Harus Sebagai “Traffic Management”

Tuban - Menteri Perhubungan RI, Djusman Safei Djamal, mengingatkan Manajemen PT Angkasa Pura I untuk tidak mengkomersialkan kawasan Bandara Internasional Ngurah Rai hingga 40 persen.

Menurut Djusman kawasan bandara secara umum hanya dapat dikomersialkan maksimal hingga 30 persen dari seluruh luas bandara.

Peringatan tersebut disampaikan menteri perhubungan menyusul penolakan Gubernur Bali Made Mangku Pastika atas rencana PT Angkasa Pura I yang berencana mengkomersialkan 40 persen kawasan Bandara. Sedangkan luas Bandara Ngurah Rai secara keseluruhan mencapai 100.000 meter persegi.

Saat ditemui Selebzone.com, Menhub Djusman menegaskan bahwa masukan Gubernur Bali harus menjadi pertimbangan utama, sebab secara aturan juga menunjukkan hanya 30 persen kawasan Bandara yang dapat dikomersialisasikan.

“Secara aturan sekitar 70 persen kawasan bandara harus berorientasi pada pengelolaan bandara sebagai traffic management. Sedangkan hanya 30 persen untuk komersial seperti untuk menampung makan, minum dan pernak-pernik kecil,” papar Djusman.

Sebelumnya secara tegas Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan menolak untuk komersialisasi 40 persen kawasan Bandara. Pemda Bali bahkan sempat mengancam tidak akan mengeluarkan ijin mendirikan bangunan (IMB) jika PT Angkasa Pura I tetap ngotot mengkomersialkan 40 persen kawasan Bandara.(Mul)

Angkasa Pura I Tetap Akan Komersialkan 40% Kawasan Bandara


Juni 3rd, 2009 | Badung | Edit

Tuban - PT Angkasa Pura I menargetkan untuk menjadikan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali sebagai bandara wisata terbaik di Dunia. Mengingat Bandara Ngurah Rai merupakan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Direktur Utama PT. Angkasa Pura I Bambang Darwoto, saat ditemui Selebzone.com di Tuban, Rabu (3/6) siang, menyatakan sesuai master plan Bandara Ngurah Rai, ditargetkan mampu melayani 25 juta penumpang pertahun di 2025.

Guna mendukung operasional bandara PT. Angkasa Pura I juga akan menargetkan untuk mengembangkan 40 persen kawasan bandara sebagai kawasan komersial, kendati rencana tersebut mendapat penolakan dari Gubernur Bali.

“Kalau Bandara turis berarti titik beratnya adalah untuk kebutuhan turis, Jadi semua kebutuhan turis dipenuhi. Tapi hampir 40 persen untuk kebutuhan penunjang, Jadi 60 persen untuk operasional,” jelas Bambang Darwoto.

Selanjutnya Bambang Darwoto menambahkan Bandara Ngurah Rai sampai saat ini telah melayani lebih dari 9 juta penumpang pertahun. Dan dalam 5 tahun terakhir mengalami peningkatan mencapai 10 persen pertahun. Kondisi ini yang menyebabkan Bandara Ngurah Rai mulai tahun ini diperluas guna memberikan pelayanan yang lebih baik.

Sebelumnya, secara tegas Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan menolak komersialisasi 40 persen kawasan Bandara. Penegasan penolakan yang sama juga disampaikan Pastika usai mengikuti pelantikan tim sukses Mega-Pro di Kesiman Senin lalu(Mul)