Flight crew and passengers scurried for safety as thick smoke engulfed a Merpati MZ 6601 plane, which was scheduled to depart from the Selaparang Airport in Mataram, West Nusa Tenggara, to Denpasar, Bali, on Wednesday.
Rabu, 14 Juli 2010
Merpati Flight Crew, Passengers Panic as Smoke Fills Bali-Bound Plane
Flight crew and passengers scurried for safety as thick smoke engulfed a Merpati MZ 6601 plane, which was scheduled to depart from the Selaparang Airport in Mataram, West Nusa Tenggara, to Denpasar, Bali, on Wednesday.
Asap Tebal Merpati Akibat Korslet di Kokpit Pesawat
Merpati Keluarkan Asap Penumpang Tolak Diberangkatkan Lagi dengan Pesawat yang Sama
Merpati: Tidak Ada Kebakaran Pesawat di Mataram
Mesin Pesawat Sempat Mati Hidup
Keluarkan Asap Tebal, Merpati Mataram-Denpasar Batal Terbang
Sabtu, 27 Juni 2009
Lion Air Salah Parkir di Selaparang, Mataram
Sumber: Tempointeraktif.com
Sabtu, 27 Juni 2009 | 18:32 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram - Selama 194 menit bandar udara Selaparang di Mataram ditutup akibat melintangnya pesawat Lion Air PK-LIM penerbangan GT 652 jurusan Jakarta – Mataram pada pukul 14.18 WIT, Sabtu (27/6) siang tadi. Pesawat MD 90 yang mengangkut 169 orang penumpang tersebut, salah lokasi memutar balik setelah mendarat dari posisi 27 ujung timur landasan, dengan jarak 1.600 meter. Padahal, seharusnya pilot harus memutar pada posisi 09 di ujung barat landasan, dengan jarak 2.100 meter.
Akibat melintangnya pesawat tersebut selama 45 menit penumpang tertahan di dalam pesawat . Kebanyakan penumpang gelisah dan diantaranya malah histeris memarahi awak pesawat. Ini karena lambatnya evakuasi darat yang menunggu tiga bus dari Bertais sejauh 10 kilometer dari bandara. ‘’Memang ada yang panik walaupun tidak terjadi apa terhadap penumpang,’’ ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat Heryadi Rachmad kepada wartawan di terminal kedatangan.
Menurut Duty Manager PT Angkasa Pura I Selaparang Agus Adi Pratomo menjelaskan bahwa menara sudah memberitahukan bahwa pesawat yang hendak menurunkan penumpang di terminal kedatangan harus memutar di ujung 09. "Salah posisi beloknya. Di situ bukan tempat perputaran pesawat,’’ katanya.
Menurut Agus, pada lokasi belok yang salah tersebut memang dulunya adalah ujung landasan sewaktu panjang landasan masih 1.600 meter. Tapi sekarang meskipun lebar perputaran itu tidak dihapus, sudah ada rambunya. Jadi bukan lagi tempat beloknya pesawat. ‘’Ini murni kesalahan penerbang,’’ ujarnya menjelaskan. Ujung pesawat berada pada posisi tujuh meter dari tepi selatan landasan. Lebar landasan 40 meter.
Setelah melintang Lion Air tersebut karena tidak dapat memutar tersebut ada empat penerbangan yang harus menunggu dibuka kembali, yaitu Garuda 433 tujuan Jakarta yang semestinya berangkat pukul 14.52 baru diberangkatkan pukul 16.52. Riau Airlines yang dicarter Trans Nusa tujuan Sumbawa semestinya jadwalnya pukul 14.00 baru berngkata pukul 16.48.
Station Manager Lion Air Indra Aprianur yang memberikan keterangan kepada wartawan, mengatakan kejadian tersebut bukan insiden dan peswat dinyatakan laik terbang. "Ini bukan human error. Tidak ada kesalahan, hanya waktu belok terlalu ekstrim,’’ ucapnya menjelaskan. Rencananya, pada pukul 18.30, pesawta akan kembali diberangkatkan dengan tujuan Jakarta.
Tak ada korban maupun luka dalam peristiwa ini.
SUPRIYANTHO KHAFID
Pesawat Lion Air Tergelincir di Bandara Selaparang
Sejumlah petugas memeriksa pesawat Lion Air yang mengalami gangguan roda saat mendarat di Bandara Selaparang, Mataram, NTB, Sabtu (27/6). (ANTARA/Budi Afandi)
Pesawat naas yang membawa penumpang sekitar 155 orang dan tujuh awak pesawat itu tergelincir dengan posisi badan pesawat melintang di tengah landasan pacu yang mengakibatkan bandara ditutup selama beberapa jam.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun ratusan penumpang tampak panik, begitu juga dengan keluarga para penumpang yang berada di ruang tunggu tampak tegang melihat peristiwa tersebut sehingga memaksa untuk masuk ke lokasi kejadian.
Menurut Airport Duty Manager Bandara Selaparang, Agus Adi Pratomo, pesawat tersebut tergelincir karena pilot salah posisi ketika akan memutar badan pesawat.
"Petugas menara telah memberikan aba-aba supaya pilot memutar pesawat di ujung landasan yang jaraknya 2100 meter, tetapi pilot memutar pesawat di meter ke 1600," ujarnya. Menurut dia, akibat dari kesalahan lokasi memutar badan pesawat itu hidrolik roda depan tidak berfungsi sehingga harus digeret ke tempat parkir pesawat yang seharusnya dengan alat penderek.
Akibat peristiwa tergelincirnya pesawat Lion Air tersebut bandara ditutup sehingga dua pesawat yaitu Garuda tujuan Jakarta dan Riau AirlineS yang dicarter Transnusa tujuan Sumbawa tertunda hingga beberapa jam.
Selain itu, sebanyak 175 penumpang pesawat Lion Air yang hendak berangkat ke Jakarta masih berada di ruang tunggu Bandara Selaparang.
Dari ratusan penumpang tersebut terdapat sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi yang melakukan kunjungan kerja ke NTB dan lima wartawan dari media cetak nasional seperti Kompas, Bisnis Indonesia, Gatra dan Suara Pembaruan.
"Pesawat Lion Air yang seharusnya berangkat pukul 14.20 tertunda hingga pukul 18.30 wita, para penumpang sudah diberikan informasi agar bisa memaklumi kesalahan teknis itu," ujarnya.
Sementara itu, Manager Station, Lion Air, Indra Aprianur, membantah peristiwa tersebut akibat kesalahan dari pilot.
"Pesawat hanya belok terlalu ekstrim sehingga roda depan ngeblok yang menyebabkan hidrolik roda depan tidak berfungsi dan kondisi pesawat juga laik terbang," ujarnya. (*)
COPYRIGHT © 2009




