Tampilkan postingan dengan label Lion Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lion Air. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Agustus 2010

Listrik Bandara Soekarno-Hatta Padam, 62 Penerbangan Tertunda

Tangerang (ANTARA News) - Pemadaman listrik akibat gangguan listrik di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Jumat, mengakibatkan 62 penerbangan tertunda.

"Ada 62 penerbangan domestik dan internasional yang tertunda berdasarkan data yang terakhir kami terima pada pukul 08.01 WIB," kata petugas bagian officer in charge airport authority Bandara Soekarno-Hatta, Yusuf Indra, di Tangerang, Jumat.

Kamis, 05 Agustus 2010

Segera Tata Pilot Asing

Pekanbaru (ANTARA News) - Praktisi bisnis penerbangan meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera menata aturan penggunaan pilot asing yang pada sejumlah maskapai penerbangan nasional.

Sabtu, 03 Juli 2010

UE Indikasikan Hapus Air Asia & Batavia Air dari Larangan Terbang

Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta - Uni Eropa (UE) mengindikasikan akan menghapus 2 maskapai Indonesia lainnya dari daftar larangan terbang. 2 Maskapai itu adalah Air Asia dan Batavia Air.

Kamis, 17 Juni 2010

Empat Maskapai Penerbangan Banding

Jakarta - Empat maskapai penerbangan Indonesia memutuskan untuk mengajukan banding dalam kasus penetapan biaya bahan bakar.

Kamis (18/06) merupakan batas akhir bagi empat dari sembilan maskapai penerbangan yang diputus bersalah dalam kasus kartel penetapan biaya bahan bakar yang ditetapkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk banding.

Selasa, 15 Juni 2010

Cuaca Buruk, 7 Pesawat Gagal Landing di Bandara Soekarno Hatta


Mega Putra Ratya - detikNews

Jakarta - Sebanyak 7 pesawat tujuan Jakarta yang akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta terpaksa harus dialihkan ke bandara lain. Sebabnya, cuaca yang buruk membuat pilot pesawat hanya mampu menjangkau pandangan sejauh 200 meter.

7 Pesawat Gagal Mendarat di Cengkareng

Akhirnya pesawat ini mendarat di tiga tempat, bandara di Palembang, Halim, dan Semarang.
Selasa, 15 Juni 2010, 18:06 WIB
Siswanto

VIVAnews – Akibat cuaca buruk tujuh pesawat terbang terpaksa membatalkan pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa 15 Juni 2010 mulai pukul 16.45 WIB sampai 17.05 WIB.

Kamis, 27 Mei 2010

Wings Air Buka Sekolah Penerbang

Jakarta, (ANTARA News) - Maskapai penerbangan swasta, Wings Air membuka sekolah penerbang Wings Flying School (WFS) di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (27/5).

Minggu, 23 Mei 2010

Pilot Riau Airlines "Dibajak" Garuda dan Lion

Subang, Malaysia (ANTARA News) - Manajemen Riau Airlines menyataka hingga Mei 2010 terdapat dua orang pilot maskapai telah "dibajak" oleh Garuda Indonesia dan Lion Air karena krisis terhadap tenaga pilot yang terjadi di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.

Kemenhub akan Pangkas Tarif Penerbangan Haji

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan memangkas lagi tarif dasar penerbangan haji yang sekarang dipathok pada 1.595 dolar AS per jemaah.

Sabtu, 10 April 2010

BII Tingkatkan Kerjasama Strategis dengan Lion Air

Jakarta, 10 April 2010 (ANTARA) - PT Bank Internasional Indonesia Tbk. ("BII") meningkatkan kerjasama strategis dengan PT Lion Mentari Airlines ("Lion Air") dengan menerbitkan Kartu Kredit BII Visa Lion Air dan menyelenggarakan Program Terbang. Peluncuran produk dan program tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur BII, Ridha Wirakusumah dan Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana di Jakarta pada Sabtu, 10 April 2010.

Kamis, 08 April 2010

Lion Air Buka Dua Rute Baru

Jakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan swasta terbesar, Lion Air mengumumkan, sejak April 2010 membuka dua baru yakni Jakarta-Tarakan pulang pergi (pp) dan Jakarta-Palangkaraya pp menggunakan pesawat Boeing 737-900 ER berkapasitas seat 213 penumpang.

Jumat, 26 Maret 2010

Kemenhub Monitor Insiden Ban Pesawat

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berjanji terus monitor insiden pesawat yang diduga dipicu oleh ban kempes setelah melakukan pendaratan di sejumlah bandara di Indonesia akhir-akhir ini.

"Penyakit terkait ban terus kita evaluasi, misalnya bibit-bibit atau kemungkinan terjadi insiden akan terus kita lakukan," kata Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bakti S. Gumay, kepada pers di Jakarta, usai Shalat Jumat.

Penegasan tersebut terkait dengan maraknya insiden pesawat pecah ban, sesaat setelah mendarat seperti apa yang dialami Lion Air pada 18 dan 24 Maret 2010.

Pada 8 Maret 2010, pesawat B737-400 sebelah kanan patah ketika mendarat di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara sekitar pukul 10.25 WITA. Meski tidak ada korban terhadap 169 penumpang dalam peristiwa itu, sempat beredar isu, roda pendaratan utama sebelah kanan pesawat itu disebut-sebut sampai patah.

Namun, hal tersebut dibantah oleh Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait.

Kemudian, pada 24 Maret 2010, pesawat B737-900ER dengan 191 penumpang, juga mengalami pecah ban sebelah kiri dan tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sekitar pukul 11.33 WITA.

Herry menekankan, bahwa upaya investigasi internal terhadap dua peristiwa itu selama 10 hari ke depan.

"Mereka dikasih waktu 10 hari dan mereka punya `back up system` (sistim back up). Pilot harus baca `log book` mengenai standar penerbangan itu. Mereka harus setiap hari mengecek keselamatan," katanya.

Namun, Herry pada sisi lain mengakui, tidak menutup kemungkinan insiden seputar ban pesawat itu karena dipicu oleh salah faktornya yakni kondisi dan fasilitas bandara.

"Untuk di Indonesia Timur, salah satu faktornya dari fasilitas bandaranya. Kita minta AP I (PT Angkasa Pura) agar membenahi bandaranya," katanya.

Rabu, 24 Maret 2010

Pesawat Tergelincir di Makassar, Tapi Terbang Kembali

Makassar (ANTARA News) - Pesawat komersial milik maskapai penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 786 dari Surabaya tujuan Ambon mengalami pecah ban dan tergelincir saat transit di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu.

Pesawat Boeing 737-900 ER itu tergelincir setelah ban kiri luarnya pecah di taksi WP depan shelter Pertamina setelah baru saja mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin sekitar 11.33 WITA, kata Humas PT Angkasa Pura I Makassar Kintoron.

"Pesawat Lion Air tergeincir karena kerasnya hentakan saat melakukan pendaratan sehingga mengalami pecah ban," katanya.

Ia mengatakan, awalnya proses pendaratan pesawat Lion Air itu mulus, namun saat semua ban menyentuh aspal, tiba-tiba tergelincir karena salah satu ban pecah.

Semua penumpang yang berjumlah 191 orang selamat dan sudah dievakuasi ke ruang tunggu untuk menunggu penerbangan lain menggunakan pesawat dari maskapai sama.

Pesawat yang mengalami insiden pecah ban itu langsung ditarik ke apron Bandara Sultan Hasanuddin lama untuk diperbaiki agar tidak mengganggu pesawat lainnya yang akan lepas landas dan akan mendarat.

Kintoron menambahkan, semua penumpang Lion Air sudah diterbangkan menggunakan pesawat lain milik Lion Air satu jam setelah insiden, bahkan pesawat pecah ban itu sudah kembali mengudara pukul 15.00 WITA.(*)

Kamis, 18 Maret 2010

Lion Bantah Roda Pendarat Pesawatnya Patah

Jakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan Lion Air membantah adanya informasi yang menyatakan bahwa salah satu roda pendaratan pesawat B737-400 sebelah kanan patah ketika mendarat di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, sekitar pukul 10.25 WITA.

"Tidak benar informasi yang menyebutkan, landing gear pesawat kami patah," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Edward menjelaskan, pesawat B737-400 dengan jumlah penumpang 169 orang termasuk kru tersebut, mendarat dengan normal sekitar pukul 10.25 WITA. "Memang saat mendarat, cuaca sedang hujan, namun jarak pandang masih di atas 8 km," katanya.

Menurut Edward, setelah pesawat terhenti di ujung landasan, lalu berputar arah untuk menuju apron. "Saat roda bergerak, diketahui pesawat miring ke kanan dan setelah dicek bannya kempes," katanya.

Namun, Edward tidak bersedia merinci mengapa ban tersebut kempes, apakah karena pendaratan yang keras (hard landing) atau karena objek asing tidak dikenal (Foreign Object Damage).

"Kami belum tahu. Hal itu harus menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang seperti KNKT atau Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan," katanya.

Ia juga mengakui, akibat peristiwa tersebut, bandara memang sempat ditutup sekitar satu jam dan setelah pesawat dievakuasi ke apron, bandara dibuka kembali.

"Sampai saat ini pesawat dalam proses perbaikan atau penggantian ban yang kempes, setelah itu menunggu ijin dari Ditjen Perhubungan Udara, agar bisa terbang kembali," katanya ketika dihubungi sekitar pukul 14.40 WIB.

Rabu, 20 Januari 2010

Lion Turunkan Tim Cek Pesawat Tergelincir


Padang - Manajamen Lion Air telah menurunkan tim untuk mencek kondisi pesawat JT 354 yang tergelincir di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Selasa (19/1) sekitar pukul 19.00 WIB.
"Kita belum mendapatkan laporan secara pasti apa penyebab tergelincirnya pesawat yang berangkat dari Jakarta pukul 17.30 Wib menuju Padang dan mendarat pukul 19.00 WIB itu," kata Humas Lion Air Edwar Sirait ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya dari Padang, Rabu.
Ia menjelaskan, laporan sementara yang diterima, pesawat yang mangangkut penumpang 160 orang itu mendarat dalam cuaca sedang hujan.
Pesawat mendarat dalam keadaan normal sampai ke lokasi parkir, tetapi di avron petugas menemukan lumpur di ban pesawat dan peristiwa itu tidak diketahui penumpang sehingga penumpang langsung pulang dan tidak ada sanggahan.
Jadi, tambahnya, guna mengetahui kondisi pesawat, Lion Air sudah menurunkan tim untuk menceknya.
Pelaksana Tugas Harian Kepala Divisi Operasi PT Angkasa Pura II Alzog P Budhi menjelaskan, pesawat Lion Air tergelincir di sebelah kanan runway 33, tetapi 160 penumpang yang berada di dalam kabin tidak mengetahui insiden kecil itu.
Ia menjelaskan, ketika pesawat hendak mendarat, petugas melihat cuaca layak untuk pendaratan meski dalam kondisi hujan.
Karena petugas melihat cuaca layak, maka petugas tower memberi izin mendarat, tapi dari menara tidak terlalu jelas terlihat saat roda pesawat ke luar landas pacu karena pendaratan tampak normal.
Namun, katanya, ketika petugas parkir melihat ban pesawat sebelah kanan berlumpur, maka pihaknya bertanya tetapi dibenarkan tenaga teknisi ban pesawat slip ke kiri pas waktu mendarat.
"Pilot pesawat tak ada laporan ke kami. Ternyata ban menyentuh garis luar dari runway. Mungkin saat kejadian pilot sadar sehingga dikendalikan lagi ke tengah landasan," katanya.
Akibat insiden kecil itu, tambahnya, dua lampu runway pecah karena tertabrak ban pesawat, tapi pesawat masih bisa berjalan sampai area parkir.
Lebih lanjut dijelaskannya, ketika diselidiki ada partikel yang masuk ke mesin sehingga kondisi pesawat tak layak lagi terbang.
Namun, penumpang yang berada dalam pesawat tidak merasakan terjadi apa-apa sehingga pulang begitu saja, tak ada terlihat kepanikan.
Kendati demikian, insiden itu dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Penumpang Lion Air Padang-Jakarta harus tertunda satu jam dan penumpang akan diangkut pesawat dengan maskapai yang sama yang didatangkan dari Singapura," katanya.(Ant)

Senin, 18 Januari 2010

Wings Air Anak Lion Air Buka Dua Rute di Indonesia Timur


Jakarta (ANTARA News) - Wings Air, anak perusahaan Lion Air, bersiap membuka dua rute baru pada Januari 2010, menyusul beroperasinya tiga armada baru ATR 72-500 sejak Januari 2010.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait saat dihubungi di Jakarta, Minggu, mengatakan, dua rute itu yakni Ambon-Manokwari pulang pergi (pp) dan Manado-Melangguane p.p.

"Rute itu akan kami layani dengan pesawat terbaru Wings Air yakni ATR 72-500 berkapasitas 72 tempat duduk," katanya.

Rute baru Ambon-Manokwari direncanakan akan beroperasi mulai 20 Januari 2010 setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu dua kali per hari. Sedangkan rute baru Manado-Melangguane pp mulai 22 Januari 2010 setiap Senin, Rabu, Jumat, Minggu juga dua kali per hari.

Selain itu, kata Edward, pesawat baru ATR 72-500 akan melayani penambahan jumlah penerbangan di beberapa rute lainnya seperti ke Fakfak, Sorong, Ternate, Kaimana, Nabire, Jayapura dan Ambon.

"Pengembangan ini sejalan permintaan pasar dan dalam rangka mendukung program pembangunan pemerintah di Kawasan Timur Indonesia (KTI) serta mensinergikan jalur pelayanan penerbangan dari bandara-bandara kecil dengan bandara-bandara besar (sebagai feeder)," katanya.

Untuk itu, tegasnya, pihaknya telah memesan 30 pesawat ATR 72-500 baru. Pesawat ini dapat terbang selama empat jam tanpa henti dan tidak membutuhkan landasan yang panjang untuk tinggal landas dan mendarat.

Pesawat ini juga telah menggunakan mesin dan alat navigasi yang terbaru atau generasi terakhir dengan tingkat kebisingan dan akurasinya telah memenuhi standar penerbangan pada masa-masa mendatang.

"Pesawat ini juga telah banyak digunakan baik di Eropa maupun Asia sehingga dukungan suku cadangnya telah terjamin," katanya.

Komisaris Wings Air, Rusdi Kirana sebelumnya mengaku, "kedatangan pesawat adalah bukti kepercayaan dunia terhadap bangsa Indonesia dan merupakan bentuk apresiasi internasional terhadap pengembangan penerbangan nasional menuju sistem angkutan udara yang lebih baik".

Selain itu, tambah Rusdi, dukungan perbankan internasional untuk membiayai pengadaan pesawat ATR 72-500 merupakan gambaran kepercayaan dunia internasional pada Indonesia.(*)

Selasa, 05 Januari 2010

Lion Pertimbangkan Beli 10 Pesawat Badan Lebar

Jakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan swasta terbesar, Lion Air, tengah mengkaji kemungkinan memesan 10 pesawat baru berbadan lebar pada semester kedua tahun ini.

"Kami sedang pelajari untuk menambah 10 pesawat wide body (badan lebar) semester kedua tahun ini," kata Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana menjawab pers di Jakarta, Selasa.

Rusdi menjelaskan, 10 pesawat berbadan lebar yang akan dipesan Lion kemungkinan adalah Boeing 777 dan A-330 300.

"Pembiayaannya (untuk pembelian red), kemungkinan besar dari pihak ketiga. Sebagian besar dari Eropa, salah satunya adalah BNP Paribas," kata Rusdi.

Rusdi mengakui, 10 pesawat itu akan dioperasikan untuk pembukaan sejumlah rute baru di kawasan Asia Timur seperti Jepang dan negara lainnya.

Rusdi optimis mampu mendatangkan pesawat berbadan lebar itu, menyusul reputasi perusahaannya yang dipercaya lembaga keuangan global untuk memesan 178 pesawat B737-900ER.

"Meski pesanan jangka pendek. Kami optimis," katanya singkat.

Sejak akhir tahun 2009, maskapai ini sudah mengoperasikan dua pesawat berbadan lebar B747-400 untuk rute Jakarta-Jeddah pulang pergi.

30 ATR

Rusdi juga mengakui, pihaknya juga menambah pesanan jenis pesawat ATR untuk dioperasikan di daerah pengumpan (feeder) di sejumlah daerah kabupaten di Indonesia.

"Saat ini kami sudah punya tiga ATR baru antara lain untuk melayani Manado dan sekitarnya. Rencananya, besok (6/1) untuk Manado dan sekitarnya akan dimulai dan dihadiri dubes Perancis untuk Indonesia," katanya.

Rusdi mengatakan, awalnya Lion memesan 15 pesawat, tetapi karena potensi pengumpan di Indonesia cukup besar, maka pesanan ditingkatkan jadi 30 pesawat.

"Tiga puluh pesawat itu secara bertahap akan dikirim hingga 2012," katanya.

Sejumlah kabupaten kota yang diincar tahun ini oleh Lion, tambah Rusdi, antara lain Medan dan sekitarnya, NTB-NTT dan sekitarnya.

"Setelah mereka terbang dari kabupaten kota dengan ATR yang dioperasikan Wings Air, anak usaha Lion Air, selanjutnya ke kota-kota besar menggunakan Lion Air," katanya.(*)

Jumat, 03 Juli 2009

Masuk RS di Makassar 8 Kru Lion Air Bukan Suspect Flu Babi, Cuma Pencegahan

Jumat, 03/07/2009 16:57 WIB
Djoko Tjiptono - detikNews

ilustrasi
Jakarta - 8 Orang kru Lion Air yang dirawat di RS Wahidin, Makassar, Sulawesi Selatan, tidak berstatus suspect flu babi. Ketiganya dirawat sebagai langkah antisipasi karena memiliki riwayat satu ruangan dengan suspect flu babi.

"Jadi ini hanya bagian dari kehati-hatian kita atau tindakan preventif," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, dalam rilisnya kepada detikcom, Jumat (3/7/2009).

Edward menjelaskan, pada Kamis 1 Juli, diduga ada penumpang yang terjangkit virus H1N1 dalam penerbangan Jayapura-Makassar. Sebagai langkah antisipasi, kru yang bertugas saat itu diminta meyakinkan kondisinya ke rumah sakit setempat.

"Hasil dari pemeriksaan tersebut baik penumpang maupun kru dinyatakan negatif dari virus H1N1," ungkap Edward.(djo/asy)

Flu Babi, 8 Kru Lion Air ke RS Wahidin Atas Inisiatif Sendiri

Jumat, 03/07/2009 13:48 WIB
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews

ilustrasi

Makassar
- 8 Kru Lion Air dirawat di ruangan khusus perawatan pasien flu babi RS Wahidin Makassar. Hal ini dilakukan atas inisiatif mereka sendiri setelah mengetahui ada dua penumpung dinyatakan suspect flu babi.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Umum dan Operasional RS Wahidin, dr Khalid Saleh, saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Jumat (3/7/2009).

Dijelaskan Khalid, kedelapan kru Lion Air itu terdiri dari 5 pramugari, pilot, kopilot, dan seorang awak. Mereka membawa penumpang tujuan Jakarta, Makassar, dan Papua.

"Saat sampai di Papua, dua penumpang dinyatakan suspect H1N1. Karena itulah ketika kembali ke Makassar semalam, mereka berinisiatif memeriksakan diri. Mereka khawatir tertular," ujar Khalid.

Khalid menambahkan, kondisi kesehatan kedelapan orang tersebut tampak baik. Mereka belum menunjukkan gejala terpapar flu babi, seperti demam, sesak napas dan lainnya. Meski demikian, pihak RS Wahidin tetap melakukan pengecekan kesehatan dengan seksama terhadap kedelapan orang tersebut.

"Tim dokter sudah mengambil sampel darah dan cairan tenggorokan kedelapan pasien untuk diperiksa di laboratorium Fakultas Kedokteran (FK) Unhas dan laboratorium Depkes Jakarta," ungkap Khalid.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Lion Air mengenai kasus tersebut. Termasuk juga apakah ketika kembali ke Makassar pesawat Lion tersebut sedang membawa penumpang atau tidak.(djo/nrl)

8 Kru Lion Air Suspect Flu Babi di Makassar

Jumat, 03/07/2009 13:21 WIB
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews

Makassar - 8 Orang kru pesawat Lion Air diduga terjangkit virus H1N1 atau virus flu babi. Saat ini mereka menjalani perawatan kesehatan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Umum dan Operasional RS Wahidin, Dr Khalid Saleh, yang dihubungi detikcom, Jumat (3/7/2009).

Menurut Khalid, 8 kru Lion Air dilarikan dari bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 22.00 Wita malam tadi. Dari delapan orang tersebut, diketahui 5 orang berjenis kelamin perempuan dan 3 orang lainnya adalah pria.

Kedelapan kru Lion Air tersebut diisolasi di ruang Pakis, ruangan khusus penanganan suspect flu burung RS Wahidin. "Saat ini tim kami sudah melakukan penanganan khusus bagi mereka dan menunggu perkembangan hasil pemeriksaan tim kami," pungkas Khalid.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Lion Air Makassar terkait kedelapan krunya yang menjadi suspect flu babi itu.(mna/djo)