Tampilkan postingan dengan label Merpati Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merpati Nusantara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2010

Pesawat Merpati Buka Penerbangan Kotabaru-Banjarmasin

Kotabaru (ANTARA News) - Pesawat Merpati Airlines segera beroperasi di Bandara H Gusti Syamsir Alam Stagen, Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk membuka penerbangan rute Kotabaru-Banjarmasin dan sekitarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru, Faturrahman, S Sos, di Kotabaru, Kamis, mengatakan, rencana beroperasinya pesawat Merpati Airlines di Bandara Stagen untuk menutupi hari kosong yang tidak ada penerbangan di bandara tersebut.

"Saat ini di Bandara Stagen terdapat tiga hari yang kosong, karena pesawat Trigana Airlines yang membuka penerbangan rute Banjarmasin-Kotabaru (PP) dan Balikpapan-Berau (PP) hanya melakukan empat kali penerbangan dalam sepekan, yakni, Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu," katanya.

Sedangkan untuk hari yang kosong itu, yakni, Selasa, Kamis dan Minggu, penerbangan akan dilayani pesawat Merpati Airlines yang rencananya juga akan mengoperasikan jenis pesawat ATR-42 sama dengan jenis pesawat yang dioperasikan Trigana Airlines.

"Kita berharap, dalam kondisi tersebut ada persaingan pelayanan dan harga, sehingga masyarakat akan mememilih mana yang lebih baik," ujarnya.

Dalam rekomendasinya, Fatur meminta kepada perusahaan yang akan mengoperasikan pesawat Merpati Airlines, hendaknya melakukan penerbangan dari Kotabaru ke Banjaramsin sekitar pukul 08.00 Wita.

Sedangkan untuk penerbangan dari Banjarmasin ke Kotabaru sekitar pukul 16.00 Wita. Selebihnya pada siang hari terserah perusahaan akan membuka penerbangan di mana saja.

"Jika perusahaan penerbangan dapat menyetujui permintaan tersebut, Insya Allah penumpang akan ramai, karena waktu penerbangan tersebut sesuai dengan jadwal rapat di kantor-kantor," kata dia.

Menyinggung permintaan perusahaan akan fasilitas dari pemerintah Kabupaten Kotabaru, ia tidak berani menjanjikan, karena masih dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pemerintah daerah.

"Permintaan fasilitas yang diminta, diantaranya, tempat parkir pesawat, penginapan pilot dan awak pesawat serta jaminan keamanan," terangnya.(*)

Rabu, 24 Juni 2009

23 Pesawat di Cengkareng Jadi Barang Rongsokan

Rabu, 24 Juni 2009 | 05:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) berencana merelokasi 23 pesawat rusak yang mangkrak di apron Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Angkasa Pura II telah menyurati pemilik bangkai pesawat agar segera memindahkan paling tidak pada Juli mendatang.

"Sebelum penerbangan Haji (November) tahun ini harus sudah kelar," kata Direktur Operasi dan Teknik Angkasa Pura II, Tulus Pranowo, di kantor Angkasa Pura II di Tangerang, Banten kemarin.Ia mengeluh karena bangkai pesawat tersebut menyebabkan kepadatan dan mengganggu fungsi utama apron. "Rata-rata pesawat rusak itu sudah terparkir sekitar dua tahun," ujar Tulus.

Rencananya, apron tempat pesawat bobrok akan dipakai menampung pesawat yang melakukan perbaikan. Termasuk untuk mengantisipasi kebutuhan tempat parkir seiring peningkatan jumlah penerbangan. "Karena kami harus memberikan pelayanan yang baik terhadap pesawat yang beroperasi," katanya.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Edie Haryoto mengakui bahwa selama ini pihaknya memang belum tegas terhadap persoalan pesawat mangkrak. Sebab, dahulu bangkai pesawat itu belum mengganggu kebutuhan apron. "Maka itu, sekarang kami akan tegas," ujar dia.

Bahkan, bila ada maskapai yang tidak menggubris surat himbauan relokasi, Angkasa Pura akan menempatkan bangkai pesawat itu di lapangan rumput sekitar apron. Selanjutnya pesawat-pesawat ini akan dimutilasi agar memudahkan pemindahan. "Selanjutnya akan kami buang ke tempat pembuangan," kata Edie.

Rincian jumlah dan pemilik bangkai pesawat itu adalah: dua unit pesawat Lion Air, delapan pesawat Wings Air, empat pesawat Merpati Nusantara, dua pesawat Bali Air, dua pesawat Bouraq Airlines, dua pesawat Mandala Airlines, dua pesawat Jatayu Airlines, dan satu pesawat Megantara Airlines. Beberapa maskapai diantara pemilik bangkai pesawat tersebut, saat ini sudah tidak beroperasi lagi.

WAHYUDIN FAHMI