Yogyakarta - Akibat mengalami gangguan sistem kelistrikan atau electrical system, pesawat Mandala Air dengan nomor penerbangan RI 340, dari Jogja tujuan Jakarta terpaksa kembali ke bandara asal atau return to base (RTB). Pesawat tinggal landas dari Bandara Internasional Adisutjipto pada pukul 14.15 WIB.!-more->!-more->
Tampilkan postingan dengan label Mandala Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mandala Air. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Agustus 2010
Perangkat Elektrik Bermasalah Pesawat Mandala Kembali
Yogyakarta - Akibat mengalami gangguan sistem kelistrikan atau electrical system, pesawat Mandala Air dengan nomor penerbangan RI 340, dari Jogja tujuan Jakarta terpaksa kembali ke bandara asal atau return to base (RTB). Pesawat tinggal landas dari Bandara Internasional Adisutjipto pada pukul 14.15 WIB.!-more->!-more->
Tiga Maskapai Tambah Penerbangan dari Yogyakarta
Yogyakarta - Tiga maskapai sudah memastikan akan menambah penerbangan untuk melayani penumpang mudik dan balik Lebaran 2010 melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta.Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Halendra YW, di Yogyakarta, Rabu, mengatakan tiga maskapai itu adalah Air Asia, Garuda Indonesia, dan Mandala Air.!-more->!-more->
Jumat, 06 Agustus 2010
Listrik Bandara Soekarno-Hatta Padam, 62 Penerbangan Tertunda
Tangerang (ANTARA News) - Pemadaman listrik akibat gangguan listrik di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Jumat, mengakibatkan 62 penerbangan tertunda."Ada 62 penerbangan domestik dan internasional yang tertunda berdasarkan data yang terakhir kami terima pada pukul 08.01 WIB," kata petugas bagian officer in charge airport authority Bandara Soekarno-Hatta, Yusuf Indra, di Tangerang, Jumat.
Jumat, 30 Juli 2010
Mandala Tak Mendarat Darurat di Yogya, Cuma ATB
Irwan Nugroho - detikNewsJakarta - Makapai Mandala Airlines membantah pesawatnya benomor penerbangan RI 343 mendarat darurat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada Rabu (29/7) lalu. Pesawat hanya kembali ke bandara asal dan melakukan pendaratan secara normal.
Rabu, 28 Juli 2010
Pesawat Mandala Mendarat Darurat di Adisutjipto

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Pesawat Mandala nomor penerbangan RI 343 mendarat darurat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Pesawat dengan tujuan Yogyakarta-Jakarta itu mendarat karena mengalami kerusakan di salah satu mesinnya.
Sabtu, 03 Juli 2010
UE Indikasikan Hapus Air Asia & Batavia Air dari Larangan Terbang
Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Uni Eropa (UE) mengindikasikan akan menghapus 2 maskapai Indonesia lainnya dari daftar larangan terbang. 2 Maskapai itu adalah Air Asia dan Batavia Air.
Senin, 21 Juni 2010
Mandala Targetkan Empat Juta Penumpang Tahun Ini
Jakarta (ANTARA News) - Maskapai penerbangan swasta nasional, Mandala Airlines, menargetkan mampu mengangkut penumpang sebanyak empat juta orang pada tahun ini."Jika tahun lalu, kami hanya bisa 3,4 juta orang maka tahun ini 4 juta, seiring dengan kedatangan tiga pesawat A-320 tahun ini," kata Presiden Direktur Mandala Airlines, Diono Nurjadin kepada pers di sela-sela Peluncuran "Fly `n Shop Home Delivery" di Jakarta, Senin (21/6).
Kamis, 17 Juni 2010
Empat Maskapai Penerbangan Banding
Jakarta - Empat maskapai penerbangan Indonesia memutuskan untuk mengajukan banding dalam kasus penetapan biaya bahan bakar.Kamis (18/06) merupakan batas akhir bagi empat dari sembilan maskapai penerbangan yang diputus bersalah dalam kasus kartel penetapan biaya bahan bakar yang ditetapkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk banding.
Senin, 13 Juli 2009
Garuda Dan Mandala Pesan 43 Airbus
Senin, 13 Juli 2009 02:29 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | Dibaca 643 kali
(ANTARA/Yusran Uccang)
Data yang dihimpun dari perusahaan Airbus, Senin, mengatakan, dari jumlah itu Garuda Indonesia order sebanyak 18 unit dan Mandala Airline 25 unit.
Untuk meningkatkan kualitas keselamatan produk Airbus itu, perusahaan itu sudah melakukan berbagai studi dengan menerapkan teknologi tercanggih.
Presiden CEO Airbus Tom Enders, melalui siaran persnya baru-baru ini, mengatakan, pengumpulan informasi dari kecelakaan-kecelakaan yang terjadi sangatlah penting bagi peningkatan kualitas keselamatan penerbangan.
Studi itu akan menghimpun data penerbangan serta transmisi bagi meskapai komersial, sehingga ketika terjadi kecelakaan informasi-informasi penting dalam penerbangan tersebut dapat digunakan kembali dan dimanfaatkan oleh penyidik berwenang lebih cepat.
Dikatakannya, beragam perlengkapan teknis yang memperkuat kemampuan pemulihan data serta transmisi data ke pihak pengawas yang berada di darat pada dasarnya sudah tersedia.
Sekarang sedang dipelajari beragam pilihan yang dapat diterapkan dalam maskapai penerbangan komesial, termasuk memanfaatkan pengalaman dalam hal transmisi data real-time yang diperoleh melalui pusat pengujian pesawat yang dapat membantu pengembangan solusi-solusi tersebut.
Studi itu, kata dia, akan dipimpin oleh Patrick Gavin, head of Airbus Engineering dan Charles Champion, head of Customer Service yang akan membahas isu-isu teknologi, perlindungan data dan privasi.
Dalam pelaksanaan studi ini, Airbus akan melibatkan rekan bisnis di induustri penerbangan, lembaga penelitian, lembaga kelaikan terbang internasional dan pejabat penyidik yang berwenang.
Lebih dilanjut dikatakan, Airbus tidak menerima informasi langsung dari penyimpanan data penerbangan digital atau yang lebih dikenal dengan "Black Box" DFDR mengumpulkan data dari sistem pesawat, sementara CVR bertugas merekam perbincangan kru setelah tanda-tanda peringatan yang bersuara.
Saat ini salah satu cara yang paling mungkin untuk mengambil informasi dari DFDR dan CVR adalah dengan memprosesnya di darat melalui alat-alat khusus.
DFDR dan CVR tidak dapat menyampaikan informasi-informasi secara real time-tanggungjawab tersebut dikelola dan dikontrol oleh pejabat penyidik.
Dia menambahkan, mengambil informasi dari DFDR danCVR ketika pesawat hilang adalah tantangan besar yang dihadapi seluruh komunitas penerbangan.
Hubungan dari udara ke darat yang ada saat ini untuk transmisi data pesawat melalui sistem komunikasi dan pelaporan pesawat, katanya.
Akhir pekan lalu, Rabu (10/7) pesawat Airbus A320 Mendarat Darurat di Pulau Canary, Madrid.
Pesawat Airbus A320 itu diduga mengalami masalah dengan mesin setelah terbang dari Pulau Canary dan akhirnya memutar kembali untuk melakukan pendaratan darurat, Peristiwa ini dilaporkan otoritas Bandara Nasional Spanyol AENA.
Pesawat Spanyol itu terbang dari Las Palmas di Pulau Gran Canaria menuju Oslo, Norwegia, papar juru bicara AENA Karen Martel.
Tidak ada yang terluka dalam kasus ini, meski pesawat sudah terbang selama sepuluh menit.
Martel menyangkal laporan bahwa salah satu mesin pesawat terbakar.
Dia juga tidak tahu berapa penumpang yang ada dalam pesawat, meski dilaporkan ada 180 penumpang. para penumpang akan dipindahkan ke pesawat lainnya untuk terbang menuju Oslo, pada tengah hari, tambah Martel.(*)
COPYRIGHT © 2009
Jumat, 03 Juli 2009
Laporan dari Brussel, UE Telah Cabut Larangan Terbang Garuda Cs
Jumat, 03/07/2009 17:54 WIB
Eddi Santosa - detikNews

Eddi Santosa - detikNews
Brussel - Uni Eropa telah mengeluarkan pendapat positif mengenai kemajuan kinerja keselamatan penerbangan RI. Keputusan mencabut larangan terbang akan keluar dua minggu lagi.
Pendapat positif itu keluar setelah Komite Keselamatan Penerbangan Uni Eropa melakukan sidang selama tiga hari yang baru berakhir kemarin (30/6 - 2/7/2009) dan selanjutnya merekomendasikan untuk mencabut empat maskapai penerbangan RI dari daftar larangan terbang ke wilayah Uni Eropa.
Keempat maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast Indonesia, dan Premiair, demikian siaran pers KBRI Brussel melalui Sekretaris III Pensosbud Royhan N. Wahab yang diterima detikcom siang ini (3/7/2009) Waktu Eropa Tengah.
Keputusan UE (Commission Regulation) mengenai hal ini akan dikeluarkan kurang lebih dua minggu dari sekarang, yaitu setelah proses penerjemahan ke dalam 22 bahasa resmi UE dan penandatanganan oleh Komisioner untuk Urusan Transportasi.
Dengan dicabutnya maskapai penerbangan Indonesia dari daftar larangan terbang ke UE, maka keempat maskapai penerbangan tersebut telah dianggap layak dari segi keselamatan penerbangan untuk melakukan operasi penerbangan ke dan dari Eropa.
Demikian juga warga negara Uni Eropa dapat menggunakan maskapai penerbangan tersebut untuk perjalanan domestik di Indonesia maupun ke luar negeri. (es/es)
Pendapat positif itu keluar setelah Komite Keselamatan Penerbangan Uni Eropa melakukan sidang selama tiga hari yang baru berakhir kemarin (30/6 - 2/7/2009) dan selanjutnya merekomendasikan untuk mencabut empat maskapai penerbangan RI dari daftar larangan terbang ke wilayah Uni Eropa.
Keempat maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast Indonesia, dan Premiair, demikian siaran pers KBRI Brussel melalui Sekretaris III Pensosbud Royhan N. Wahab yang diterima detikcom siang ini (3/7/2009) Waktu Eropa Tengah.
Keputusan UE (Commission Regulation) mengenai hal ini akan dikeluarkan kurang lebih dua minggu dari sekarang, yaitu setelah proses penerjemahan ke dalam 22 bahasa resmi UE dan penandatanganan oleh Komisioner untuk Urusan Transportasi.
Dengan dicabutnya maskapai penerbangan Indonesia dari daftar larangan terbang ke UE, maka keempat maskapai penerbangan tersebut telah dianggap layak dari segi keselamatan penerbangan untuk melakukan operasi penerbangan ke dan dari Eropa.
Demikian juga warga negara Uni Eropa dapat menggunakan maskapai penerbangan tersebut untuk perjalanan domestik di Indonesia maupun ke luar negeri. (es/es)
Langganan:
Postingan (Atom)